Tuesday, November 6, 2007

Night life -Nadia-


Kuhabiskan hampir 3 minggu untuk mengenal kota ini diwaktu malam, dari beberapa tempat yang sempat aku singgah aku mencatat beberapa peristiwa.

Tempat kos itu memang luar biasa, tidak seperti kebanyakan tempat kos lain. Tidak mudah bagi mahasiswa maupun karyawan untuk menemukan dan menyewanya sebagai tempat kost. Meskipun sangat luas, akses masuk kost dari jalan raya memang benar benar tersembunyi. Aku bahkan sempat curiga ketika diantar menyusuri gang2 sempit itu. Tapi begitu dilokasi..kost itu lebih mirip asrama milik institusi pemerintah. Ia memiliki lempengan batu2 yang kokoh disusun menjadi jalan2 setapak menuju kamar. Tepat membelah ditengah bulevard yang biasa aku lihat dari koridor rumah sakit, dengan tanaman perdu dan bunga2 pink yang biasa muncul di akhir tahun -malam itu aku melihatnya mekar. Setiap kamar dihubungkan ke bulevard secara khusus oleh tanaman itu hingga menciptakan lorong terbuka yang hangat.
Aku ucapkan terima kasih untuk pengantarku dengan selembar tip, dan segera aku mencari sebuah nama di depan pintu kamar2 itu. Baru aku ingin memencet tombol hp, 'Nadia' nama itu tercetak pada sebuah papan kayu kecil dan di pasang dengan tiang diantara tanaman itu. Mirip papan nama untuk sebuah jalan. Tanpa ragu akupun memilih lorong itu menuju sebuah pintu dengan gaya modern minimalis pada gagangnya.
Seorang perempuan menghentikan langkahku.
"Eeeh, jangan masuk....A'a nunggunya diluar yuk ikut mami.." Perempuan ini kukenal 2 hari yang lalu. Sedikikit basa basi, aku mengikuti saja apa maunya.
"Laen kali nunggunya di luar gang saja ntar biar mami yang nganter."
"Atau A'a chek in dulu ntar mami sendiri yang anter ke kamar, tinggal telpon aja."
Tidak mau membeli kucing dalam karung, aku memilih menunggu di luar gang di pinggir jalan raya.
Mami datang bersama Nadia, dengan baju sederhana tidak seronok. Nadia sopan, jabat tangan mengenalkan diri, menjaga jarak, jauh dari kesan perempuan gampangan. Bahkan baju sederhana yang dia pilih sering aku lihat di beberapa kampus di kota ini. Kami meninggalkan mami begitu ada taxi yang berhanti.
Hidupnya begitu bersemangat dia ingin tahun depan, tahun ketiganya kuliah dia bisa selesaikan S1-nya. Jadi ga perlu capek2 kerja malam lagi, nadia sedikit berkeluh. Ilmu ekonomi menejemen dia lahap dengan hasil keringatnya sendiri. Hampir 200 sks dialahap 2 tahun terakhir ini. Kota kelahirannya yang sepi dia tinggalkan untuk menggapai cita2-nya, segala cara di tempuh untuk cita2-nya. Nadia melacur untuk kuliah !
Dia menjaga jam kerjanya dari jam 1900 sampai 2200 untuk menjaga tubuh agar besok ga telat kuliah, itupun hanya 3 kali seminggu. Taripnya memang mahal untuk ukuran hidung belang, tapi murah sekali untuk cita2nya....300ribu/jam ? dia sandarkan semua biaya kuliah dari uang itu.
Nadia sedikit menunjukkan rasa kecewa ketika taxi kuarahkan lurus melewati deretan hotel2 yang sepertinya bersekongkol untuk menempati satu ruas jalan saja di kota ini -tidak ada hotel berbintang di ruas jalan lain.
"Kita mau ke losmen mas?" Ia bertanya dengan nada kecewa.
Sebelum dia bicara lebih jauh, Aku berikan tip untuk Nadia sesuai taripnya, satu jam sepertinya sudah cukup melelahkan untuk mengetahui nasib malang mahasiswi pintar dengan cita2-nya itu.
setelah ngobrol dengan sopir taxi aku kembali ke Nadia yang menyimpan rasa kecewa. Dari caranya memandang sepertinya dia menyimpan tanya. Aku bilang saja ada urusan mendadak besok2 saya telpon mami lagi.

4 comments:

  1. benarkah Nadia bener2 pinter ?

    ReplyDelete
  2. @Ely,.0
    Kadang orang pinter juga masih ada salahnya kan mbak ..?

    ReplyDelete
  3. nggak ada manusia sempurna khan?

    maksudku bukan salah atau tidak ya
    karena tiap orang punya jalan hidup masing2 yang dikehendaki, hidupkan juga soal pilihan ? apakah sudah tidak ada pilihan lain untuk Nadia yang pintar itu untuk membiayai kuliahnya? sudah tidak adakah cara lain untuk mencapai cita2nya selain dengan cara menjadi kupu2 malam? ? cuma bertanya saja .... teringat di uni khan ada banyak macam beasiswa ... salah satunya supersemar yang dikhususkan buat mahasiswa yg kurang mampu tapi cerdas? ingin tahu saja sudah sejauh manakah usaha nadia yg katamu pintar itu untuk mencari dana biaya kuliah sebelum memutuskan menjadi pelayan nafsu?

    ReplyDelete
  4. @Ely,
    sayang tak banyak yang terungkap darinya. Sudut pandang 'pintar' itu aku tangkap dari bahasa tubuh dan logat bicara dan kontennya yang emang ngeh. Tapi aku yakin dia tau banyak beasiswa yg ditawarkan disini termasuk supersemar jg ada disini loh..pernah dapet 6 semester 350rb/semester sebenarnya lumayan jg . . .-jadi inget, kenapa pilihannya laen? yaaahh mungkin jg kembali ke sebuah pilihan El..efisien, praktis, ato hobby mungkin ga tau bagaimana sudut pandang mereka yg memilihnya.


    UnderCover lahir dari keingintahuan sudut pandang dari para lakon cerita juga dari public.
    Thanks to you El..

    ReplyDelete