Tuesday, December 15, 2009

Promo buku



Hai-hai... Build Independence kembali menggelar acara promo buku.
Kali ini bertempat di Gramedia Bookstore 'Slamet Riyadi'
Acara akan dilaksanakan pada Hari Sabtu 19 Desember 2009 pukul 13:00 - 15:00 WIB
Dateng ya ... gratis kok. Ditunggu....

Friday, November 27, 2009

Gerakan Indah

SoloSinau - Bengawan.org

Membaca... apa saja pasti memberikan manfaat..tentu saja. Sekedar bercerita, sebut saja sekarang seorang mantan bos dulu, hobynya juga membaca. Buku apapun dilahapnya, hoby beliau ini memang sudah berlangsung sejak dulu kala. Sampai buku karangan Anny Arrow (bener ga nulisnya <--excuse) pun pernah dia baca beberapa episode. Celakanya dia mengingat salah satu karakter nama yang diciptakan penulisnya..senama dengan saya. Blahh... jadilah kemudian saya bintang (maaf) porno dikepalanya.
Bicara manfaat, sekian puluh tahun kemudian ketika beliau mempunyai anak buah yang bisa jadi obat stress, karena gagal menjunjung nama sendiri dan jatuh terpuruk karena dosa orang lain (karena menulis buku porno), manfaat membaca tulisan Anny Arrow kami rasakan berdua. Alih - alih bos kalo ga puas ma kerjaan anak buah pasti didamprat habis, tidak untuk saya, kalo ada yang ga bener saya kerjakan, paling banter didiemin sejam juga saya sudah kerasa ada yang ga beres. Kalo ga didiemin satu hari penuh dia akan membawa atmosfer kerja ke banyolan ga karuan, tentang bintang porno itu.
Hubungan ini berlanjut seperti itu sampai saat ini sejak setahun yang lalu saya tinggalkan beliau.

Sebuah buku juga telah banyak memberikan kontribusi terhadap cara pandang individu. Saya pribadi saja tidak perlu jauh-jauh, sebuah buku telah membuat saya memiliki mimpi yang sampai sekarang masih membekas dan masih menjadi mimpi. Perancis.
Buku itu berjudul "Le Petit Prince" ketika itu saya mendapatkan buku saat berusia kelas 5-an SD. Dibawakan Bapak yang kebetulan saat itu sebagai guru SD honorer, jika biasanya beliau membawakan 'Kuncung', karena belum ambil gaji honorernya, beliau mampir toko buku loak dan membelikan buku itu untuk saya dalam kondisi bekas dan dibungkus koran bukan plastik. Atas dasar apapun beliau memilih buku itu, Tuhan campur tangan didalamnya, dari sekian banyak buku yang di jual di loak, buku berjudul bahasa yang asing beliau pilih. Buku itu dikarang Sir Anthoinne DE SAINT EXUPERRY kalau salah ketik tolong dikoreksi. Di halaman kulit belakang buku itu termuat nama penerbit dan sebuah tulisan besar PERENCIES dengan menara eiffel diatasnya. Image dan tulisan itu membekas di ingatan saya, bukan isinya karena saya tidak memahami satu katapun didalamnya. Tidak banyak yang dapat saya lakukan saat itu, dan layaknya anak kecil yang suka berandai-andai, andai-an saya saat itu adalah saya ingin melihat Perencies (diceritakan padaku kala itu tentang keindahannya, entah dari mana Bapak tahu tentang Perencies). Untuk dapat mengerti isi buku itu aku membutuhkan beberapa tahun berikutnya ketika saya duduk di bangku SMP, saya menemukan buku bergambar sampul sama....ta da...ya bukan kebetulan karena begitu ingin mengerti isi buku itu, pencarianku berhenti di perpustakaan SMP-ku. Dengan judul "Pangeran Kecil" dalam bahasa Indonesia terbitan BP..diusia belasan tahun saya membaca buku itu lengkap dengan terjemahan dan dalam bahasa aslinya. Percayalah jika ingin tahu bagaimana buku itu merubah cara pandang saya, bacalah buku itu. Dan keinginan ke Perencies itu sampai sekarang masih sangat kuat dalam diri saya, meskipun kemudian saya sudah mengetahui isi buku itu.

Pengalaman membaca buku bagi siapapun pasti akan memberikan kesan sendiri. Mantan Bos itu dan saya sendiri sedikit banyak telah terpengaruh apa yang pernah dibaca di masa lalu. Buku apapun pasti akan memberikan manfaat spesific bagi pembacanya. Meskipun bukunya sama, jika dibaca dua individu berbeda pasti juga akan memberikan manfaat yang berbeda bagi masing masing pembacanya.
Tidakkah anda ingin seperti Bapak saya yang telah memberikan kesempatan indah buat saya bermimpi tentang sebuah negeri bernama Perancis? terima kasih saya kepada beliau masih saya sampaikan (meskipun dalam hati saja) atas kesempatan yang beliau berikan kepada saya untuk mengenal buku berjudul Le Petit Prince itu...
Atau mungkin anda ingin juga menulis seperti Anny Arrow dan memberikan berjuta inspirasi untuk pembaca anda...dan tentu saja isi-nya yang berbeda...

ayo menulis dan memberikan kesempatan orang untuk membaca!

Wednesday, September 9, 2009

Hi again..

It's been a while since.. but I think I'll continue to write this way. We need to pull out sometimes, aren't we?
this year was great but I think I was step back from where I stand last year, everything up and down.
I was succesfully contribute in the begining company, it was not big, but enough to share vacancies. It takes 10 month untill now I decide to leave the company. Thanks to all guys in woodstock solo... you're great all of you.
But on the other side... i was fail in my family life... this is the year I knew that my wife cheat on my back, and she did that since the beggining of our marriage.. 5 years ago. Whats it's all about? nothing else but money...!
She just slept with guy who give her a big loan, what more worse than that... and than I figure out all her loan was start in the mid of 2005 which is our first year of merriage.
Next year it will be my big cocern to have a lot of it..MONEY! and so she will see who she lost by than... offcourse I'll not take her another year.
I'm living with my son now, and sometimes she still arround. It's just me fool or love was really that strong, I'm still accept her as she was my wife... or sometimes I just worried to answer my son's question. He was 5 now, too much ask.

But live must go on... well now I'm welcoming more powerfull year, more powerfull me in....and lets hunt! The Money Seassons is coming!

Thursday, July 9, 2009

Complicated Simply

Kontradiktif, ambigu, absurd, sedikit munafik atau sebutlah dengan kata yang lain. Beberapa kasus jatuh cinta hanya memiliki dua ending dasar... Happily ever after, atau berakhir tragis dipandang dari sisi manapun, karena kalau mengenai cinta semua harus extreem.. gila.. unlogicable mix. Tidak seperti ini.
Beberapa hari lalu seorang sahabat membuat aku mengakui cinta yang aku sendiri masih ragu format sayang yang diusung didalamnya, saat itu. Sayang sebagai sodara? aku sudah berlimpah memberikannya kepada semua sodara yang mungkin tidak cukup dihitung jumlah jari atas bawah, kanan dan kiri. Sayang sebagai teman/sahabat sebut saja? tentu, setiap sahabat yang kupunya aku berikan sama berlimpahnya. Tapi untuk Dia lebih. Kekasih? Bukankah selama ini aku selalu tidak pernah faham bagaimana format sayang ini.. yang mungkin aku tau jika aku menyanyangi Dia sebagai kekasih tentu aku akan sangat bernafsu untuk memilikinya? bernafsu untuk mendapatkan balasannya? ini tidak kawan, bukan, bukan itu.
Aku sangat serius memikirkannya kemarin malam (bahkan Tuhan terlibat didalamnya) sehingga aku memutuskan untuk mengetahui bagaimana hatinya merespon ungkapan perasaanku malam lalu. Dan tadi pagi oh kawan kalian tentu akan sangat berbahagia mendengar hati Dia bernyanyi merdu, lebih merdu dari nyanyian raja pop yang baru saja meninggal kemaren. Bagaimana Dia bernyanyi cinta.. dan kasih.. dan sayang.. yang aku yakin datangnya dari pemberian Tuhan yang aku ajak bicara semalam.
Aku berterimakasih tentu saja...tapi.... ternyata aku sedih, hatiku tidak bereaksi sewajarnya... komposisi kimia yang bereaksi pasti salah, rumus kimia hati tidak dapat di satukan dalam satuan tertentu. Dibalik merdu nyanyian hatinya, tersembunyi kekuatan untuk menahan nada-nada-nya, cenderung ingin mengecilkan volume-nya atau mematikannya saja sekalian. Hatiku sedih mengetahui itu. Karena dia tidak ingin membuatku luka, karena hatinya memiliki senyawa yang kuat yang bereaksi melawan segala format sayang yang lain selain untuk satu nama yang bukan milikku.
Dia tidak ingin hatinya terus bernyanyi... hingga akupun hanya ingin memendamnya saja. Kalau saja ini berakhir tragis biarlah aku pasti akan menerimanya lebih lapang, karena untuk bahagia selamanya pastilah satu kemunafikan lain yang akan mendera... tapi sekarang tak banyak aku berbuat.. hanya mencintainya saja kurasa... tanpa banyak embel2 yang lain.
Kawan aku sakit. sakit gila nomor 23... merasa cinta tapi tak bernama!

Thursday, June 11, 2009

Fragile

Begitu saja jalanan ini berbelok arah, tidak menyisakan lagi sketsa dibelakangnya setelah aku menulusuri bebatuan terjal. seperti di lereng lawu sana, setapak itu sebentar kekiri sebentar kekanan. ujungnya serasa jauh benar. Tapi saat ini aku belum mau menyerah tetap saja kupaksakan kaki ini melangkah.. mengikuti arah yang bisa saja aku tak akan pernah tau berujung dimana.
Bahaya mengintaiku, mengancam keselamatanku, hingga setiap habis napas kuhempas seolah dia telah melompat menerkam ku dari arah belakang atas. Memaksaku untuk menunduk, memejam mata erat dan meninggalkan sejenak ujung tapakku di tanah. Sampai kapan?
Seperti malam kemaren kemaren, setelah kulempar ransel... segera kurebahkan tubuh di sebuah bale dengan tikar pandan diatasnya... aku menunggu. ada beberapa notifikasi di facebook sempat saya lihat sebelum... Brak!
berlafal lafal kata sayup kudengar... ada juga makian, entah apa lagi yang bersenandung. namun jelas kudegar adzan, menggerakkan kakiku membawa tubuhku ke sebuah padasan kecil di samping rumah... isya ini aku rangkap bersama maghrib yang selalu aku lewatkan di atas motor menuju rumah neraka ini.
Segera kucari Zapete, buah hatiku itu. kusarungkan kain kumal dan sedikit kupaksa dia untuk mengikuti ku kembali ke bale. Satu satunya tempat yang memberikan teduh jiwaku ... sahabat aku merindukanmu.